This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

RICUH HARGA ELPIJI NAIK



Kepolisian Republik Indonesia mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai dampak kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg. Pasalnya, banyak oknum yang justru memanfaatkan momentum ini untuk mengeruk keuntungan. "Setiap kebijakan kenaikan elpiji, pasti ada saja oknum tak bertanggung jawab yang menyalah gunakannya," kata Kapolri Jenderal (pol) Sutarman di Mabes Polri.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Sutarman mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi proses distribusi elpiji, mulai dari depo Pertamina hingga ke masyarakat. Diharapkan, langkah antisipasi tersebut dapat meminimalisasi kecurangan dalam proses distribusi.
Sutarman mengatakan, bahwa pihaknya telah menangkap seorang pengoplos elpiji di Bogor, Jawa Barat. Adapun modus yang digunakan pelaku dengan memindahkan isi tabung gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi yang harganya lebih tinggi. Dengan demikian, pelaku dapat memperoleh keuntungan lebih besar.
"Gas 3 kg yang disubsidi pemerintah dialihkan ke tabung 12 kg atau 50 kg, yang akhirnya dijual ke masyarakat dan saat ini pelaku sudah di tangkap.
Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan soal keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg. Vice President Coporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan, pihaknya sudah melakukannya sesuai prosedur dan telah memberi tahu pemerintah rencana menaikkan harga elpiji untuk menutup utang.
Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantahnya. Hatta mengaku baru mengetahui rencana itu. Ia justru menuding Menteri BUMN yang sebenarnya sudah mengetahui dan menyetujui rencana kenaikan harga elpiji. Pemerintah menggelar rapat tersebut,  dan hasilnya  pemerintah meminta agar Pertamina mengkaji ulang keputusan menaikkan harga elpiji 12 kilogram. Presiden menginstruksikan agar kementerian terkait dan Pertamina bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  melakukan rapat konsultasi untuk mencari solusi terbaik.
Presiden memberikan waktu 1 x 24 jam bagi Pertamina untuk mengambil sikap. Pertamina per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau Rp 3.959 per kg. Dengan kenaikan itu, harga per tabung elpiji 12 kg menjadi Rp 117.708. Sebelum kenaikan, harga per tabung Rp 70.200.

Kunjungi selengkapnya di  bawah ini.

http://nasional.kompas.com/read/2014/01/06/1545050/Harga.Elpiji.Naik.Ini.Pesan.Kapolri

0 komentar:

Posting Komentar